Hepatitis B berpengaruh pada kehamilan

Masa kehamilan menjadi periode emas bagi seorang ibu dan akan mengusahakan yang terbaik demi perkembangan dan pertumbuhan untuk sang buah hati. Ibu yang sedang dalam masa mengandung sangat rentan dan mudah terkena penyakit. Salah satu penyakit yang membahayakan ibu hamil adalah infeksi hepatitis. Hepatitis yang sering dialami ibu hamil adalah hepatitis B. Hepatitis B adalah penyakit peradangan pada jaringan hati disebabkan oleh infeksi virus yang menyebabkan sel-sel hati mengalami kerusakan sehingga tidak dapat berfungsi secara normal. Ada 2 jenis infeksi hepatitis B pertama, yaitu akut (terjadi dalam waktu singkat) berlangsung kurang dari 6 bulan, dalam hal ini tubuh masih mampu untuk benar-benar sembuh sepenuhnya, namun untuk ibu hamil akan sulit karena kekebalan tubuh semakin lemah, dan kedua adalah kronis (jangka panjang) berlangsung selama 6 bulan atau lebih dan hal ini menyebabkan penyakit serius seperti sirosis dan kanker hati. Sirosis adalah kerusakan hati jangka panjang atau kronis yang mengakibatkan jaringan sehat digantikan jaringan rusak. Fungsi hati dalam memproses nutrisi, hormon, obat, dan racun yang diproduksi tubuh akan melambat. Jika infeksi tidak segera ditangani maka akan mempengaruhi ibu dan bayi. Biasanya ibu hamil terkena hepatitis B melalui beberapa perantara seperti air mani, cairan miss v, tes darah saat hamil dengan jarum yang tidak steril. Penularan virus dari ibu ke bayi memang dapat terjadi. Penularan terjadi melalui plasenta, serta kontaminasi dengan darah ibu saat persalinan.

Berikut ini beberapa gejala hepatitis B pada ibu hamil :
1. Flu saat hamil
Awal ketika virus menyerang tubuh ibu hamil maka bisa menyebabkan gejala ringan seperti flu. Flu parah saat hamil biasa maka ibu akan merasakan sakit kepala, batuk, hidung tersumbat. Flu pada ibu hamil akibat virus ini biasanya tidak mudah diobati dengan jenis obat flu biasa untuk ibu hamil. Beberapa hari setelah terkena flu maka ibu hamil bisa merasa nyaman. Kemudian flu bisa menyerang kembali dalam waktu yang sangat dekat menyebabkan kondisi tubuh yang terus melemah.
2. Ibu hamil cepat lemah
Infeksi virus menyebabkan kondisi hati yang terus melemah. Semua sistem yang melibatkan organ hati tidak bisa bekerja dengan baik. Bahkan hati sudah tidak bisa bekerja dengan kondisi yang normal sehingga banyak racun dalam tubuh. Ibu hamil akan merasakan tubuh yang sangat lemah. Terlebih untuk ibu hamil yang terkena infeksi sejak trimester pertama. Hepatitis bisa merusak sistem darah dalam tubuh sehingga ibu juga terancam dengan anemia pada ibu hamil. Pada dasarnya kondisi ibu akan lebih lemah dibandingkan faktor lemah yang disebabkan karena perubahan hormon saat hamil.
3. Semua bagian tubuh terasa sakit
Virus yang menyerang tubuh menyebabkan kondisi yang sangat tidak nyaman pada ibu hamil. Ibu hamil akan merasakan semua bagian tubuh terasa lebih sakit. Tidak hanya pada bagian tulang atau sendi, namun semua bagian tubuh.
4. Gangguan pencernaan
Hati memiliki fungsi yang sangat penting untuk sistem pencernaan. Ketika gangguan hati terjadi maka sistem pencernaan juga tidak bisa bekerja dengan baik. Beberapa gangguan pencernaan bisa terjadi pada ibu hamil seperti perut melilit, mual terus menerus, muntah, dan diare.
5. Nafsu makan terus menurun
Gejala hepatitis B pada ibu hamil juga akan menyebabkan nafsu makan terus menurun. Hati bekerja sangat penting untuk menghasilkan enzim yang bisa membantu penyerapan nutrisi dalam tubuh, ketika ada infeksi pada bagian hati nutrisi dalam tubuh akan terganggu sehingga ibu hamil tidak akan merasa lapar.
6. Putih mata dan kulit menjadi kuning
Penyakit hepatitis B bisa menyebabkan bagian putih mata dan kulit menjadi kuning karena adanya akumulasi kadar bilirubin dalam tubuh ibu hamil. Hati memiliki fungsi yang penting untuk mengatur kadar bilirubin. Namun jika hati bermasalah maka akdar bilirubin menjadi sangat tinggi dan kemudian zat ini bisa menumpuk dalam kulit.
7. Air seni dan tinja yang pucat
Penyakit hepatitis B pada ibu hamil juga bisa menyebabkan air seni dan tinja menjadi lebih pucat. Dampak akibat hati tidak bisa bekerja dengan baik menyebabkan sistem dalam pencernaan dan urin terganggu. Beberapa ibu hamil juga bisa mengalami keluarnya bilirubin dari tubuh yang menyebabkan kotoran dan urin menjadi pucat.

Penyakit hepatitis B pada ibu hamil memang bisa mempengaruhi kondisi kesehatan ibu dan janin. Apabila semua gejala hepatitis B muncul pada ibu hamil maka perlua pemeriksaan lebih cepat. Berikut ini beberapa dampak penyakit hepatitis B untuk janin :
1. Bayi berisiko tinggi lahir prematur.
2. Bayi akan dilahirkan dengan kondisi kurang sehat termasuk berat badan yang rendah dan bayi kuning.
3. Ibu dan bayi bisa terkena diabetes gestasional. diabetes gestasional adalah gangguan yang sering terjadi pada masa-masa terakhir kehamilan. Penyakit ini timbul ketika kadar glukosa tinggi dan dapat meningkatkan risiko ibu mengalami preeklampsia. Preeklampsia atau keracunan kehamilan adalah komplikasi kehamilan serius yang disebabkan tekanan darah tinggi dan ditandai adanya kerusakan organ lain biasanya ginjal. Pada bayi, diabetes gestasional yang dialami ibu selama kehamilan juga dapat meningkatkan risiko catat setelah lahir (pada bahu) dan gangguan pernafasan.
4. Ibu bisa terkena pendarahan yang berat selama kehamilan (bahkan sebelum persalinan).
5. Bayi bisa memiliki risiko terkena hepatitis B sehingga harus menerima vaksin setelah dilahirkan.

Hepatitis B dapat dicegah demi kesehatan ibu hamil dan janinnya dengan sebagai berikut :
1. Pemberian vaksinasi
Vaksinasi hepatitis B sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Selain vaksinasi, injeksi imunoglobulin juga perlu dilakukan. Injeksi imunoglobulin bertujuan merangsang antibodi tubuh bayi untuk mengenali dan melawan virus.
2. Jaga kebersihan
Bagi Anda yang belum tertular hepatitis B dapat melakukan hal-hal seperti berikut : melakukan sterilisasi pada alat-alat medis dan memperhatikan pembuangan bahan-bahan yang kemungkinan terkontaminasi virus.
3. Jaga nutrisi
Menjaga asupan gizi juga tidak kalah penting terutama bagi ibu hamil. Bagi penderita hepatitis virus, diperlukan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung cukup kalori dan protein.

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *