Inflamasi atau Peradangan pada Miss V

Sebagai seorang wanita kita harus peduli dengan kondisi tubuh kita. Ternyata di luaran sana masih banyak sekali penyakit atau gangguan yang menyerang organ kewanitaan yang belum kita pahami dengan betul, salah satunya adalah vaginitis atau inflamasi sebutan lain dari peradangan. Inflamasi merupakan infeksi yang terjadi pada miss v. Kondisi ini biasanya disertai dengan beberapa gejala seperti halnya keputihan, perubahan warna, jumlah keputihan yang meningkat, gatal-gatal di area miss v serta rasa sakit saat berhubungan badan. Ada juga indikasi lainnya, misalnya saja aroma miss v yang kurang sedap sampai sama sekali tidak memiliki gejala.

Penyebab inflamasi :
✔ Bisa karena infeksi jamur ataupun bakteri, dalam kondisi normal vagina memang memiliki sedikit jamur ataupun bakteri. Namun, inflamasi ini akan terjadi jika pertumbuhan jamur atau bakteri yang tak terkendali.
✔ Bisa juga karena penyakit menular seksual, misalnya saja herpes genital, trikomoniasis, sampai klamidia.
✔ Lalu ada juga yang dikarenakan iritasi bahan-bahan kimia, kandungan parfum, sabun, sampai penggunaan kondom.
✔ Bisa juga lantaran membasuh bagian dalam miss v.
✔ Serta penipisan dinding miss v karena penurunan kadar.

Dua infeksi miss v paling umum adalah bacterial vaginosis dan infeksi ragi. Dua infeksi ini biasanya dapat timbul tanpa kontak seksual apapun. Infeksi ragi adalah pertumbuhan berlebih dari jamur, alias ragi, yang biasanya bersemayan dalam tubuh. Sementara itu, bacterial vaginosis terjadi ketika ada ketidakseimbangan antara bakteri jahat dan bakteri baik dalam miss v.
Kedua infeksi ini menyebabkan keputihan yang beda dari biasanya, putih kental seperti susu, atau keabuan. Jika ada bau amis yang menyertainya, mungkin penyebabnya bacterial vaginosis. Tapi jika keputihan Anda tampak menggumpal menyerupai bongkahan, kemungkinan besar penyebabnya infeksi ragi. Keduanya juga dapat menyebabkan gatal dan sensasi terbakar saat buang air kecil.
Berikut adalah 6 cara Anda bisa mendapatkan infeksi miss v tanpa berhubungan seks :
1. Merokok
2. Memakai pakaian yang tidak menyerap keringat
3. Membersihkan miss v dengan douching (alat penyemprot)
4. Alergi terhadap produk pembersih miss v
5. Mengidap diabetes
6. Penggunaan KB

Infeksi jamur umumnya bisa mempengaruhi mulut, kulit, atau alat kelamin seseorang wanita. Kondisi tersebut terjadi karena pertumbuhan yang berlebih dari Candida albicans (organisme ragi). Sebenarnya infeksi ini tidak berbahaya untuk wanita. Ada beberapa tanda yang dapat dilakukan untuk melacak infeksi jamur, tapi Anda harus mengetahui penyebab infeksi jamur miss v sebelumnya.
Ini dia tanda-tanda infeksi jamur pada miss v :
1. Jika Anda sering menderita gatal-gatal, itu bisa menjadi tanda yang jelas dari infeksi jamur. Jika Anda merasa sangat gatal dan menjadi parah, bahkan setelah mencuci alat kelamin, gatal tidak berkurang.
2. Miss v seperti terbakar setelah buang air kecil. Ini bisa menjadi pertanda terjadinya infeksi. Jika mengalami infeksi jamur miss v, miss v akan terbakar. Minum banyak air dan mengamati beberapa waktu. Ini karena dehidrasi juga menyebabkan luka bakar miss v.
3. Cairan putih kental, ini adalah salah satu tanda yang diikuti oleh gatal dan terbakar pada miss v. Ini bisa menjadi tanda infeksi jamur miss v.
4. Nyeri pada vulva atau kemerahan pada saluran miss v bisa menjadi gejala infeksi jamur.

Cara untuk menyembuhkan infeksi jamur pada miss v :
1. Hindari celana ketat
2. Jangan memakai celana basah atau lembab
3. Jaga miss v bersih dan kering. Selalu bersihkan dari depan ke belakang .

Yuk sayangi miss v mu, kalau bukan Anda yang merawat siapa lagi?

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *