Bahaya Endometriosis Bagi Wanita

Endometriosis adalah suatu penyakit pada sistem reproduksi wanita di mana jaringan dari lapisan dalam dinding rahim atau endometrium tumbuh di luar rongga rahim. Tiap bulan, tubuh wanita akan melepaskan hormon yang memicu penebalan dinding rahim atau endometrium, yang merupakan persiapan untuk menerima sel telur yang sudah dibuahi. Apabila tidak terjadi kehamilan, dinding rahim akan
luruh dan keluar dari tubuh dalam bentuk darah yang keluar dari vagina.

Endometriosis terjadi saat jaringan endometrium tumbuh di luar rahim. Jika Anda mengidap endometriosis, jaringan tersebut juga mengalami proses penebalan dan luruh, yang sama dengan siklus menstruasi. Tetapi, darah tersebut akhirnya mengendap dan tidak bisa keluar karena terletak di luar rahim. Endapan tersebut akan mengiritasi jaringan di sekitarnya. Lama-kelamaan, jaringan parut atau bekas iritasi pun terbentuk.

Gejala Endometriosis
1. Nyeri haid
2. Pendarahan yang sangat banyak atau tidak lazim
3. Nyeri panggul
4. Nyeri perut bagian bawah atau nyeri punggung bawah
5. Dispareunia yaitu nyeri pada alat kelamin atau nyeri di dalam panggul pada saat berhubungan seksual
6. Diskezia yaitu nyeri saat buang air besar seringkali diikuti dengan siklus diare atau sembelit
7. Kembung, mual, dan muntah

Cara mengatasi endometriosis :
1. Pengangkatan jaringan endometriosis melalui operasi
Operasi pengangkatan endometriosis akan menjadi pilihan jika terapi hormon tidak efektif bagi pengidap endometriosis. Prosedur ini umumnya dilakukan guna mengangkat jaringan endometriosis serta jaringan parut. Apabila Anda mengidap endometriosis dan masih ingin memiliki anak, dokter biasanya akan menganjurkan pengangkatan jaringan endometriosis melalui prosedur laparoskopi atau operasi dengan sayatan besar jika banyak jaringan yang perlu diangkat. Kedua prosedur operasi ini dapat mengurangi rasa sakit sekaligus meningkatkan kemungkinan Anda untuk hamil.

2. Perhatikan makanan
Ada teori bahwa lemak dalam makanan memengaruhi produksi prostaglandin dalam tubuh wanita. Diperkirakan bahwa tingkat prostaglandin yang tinggi dapat menyebabkan produksi estrogen yang lebih tinggi juga, sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan jaringan endometrium. Studi lain menyatakan bahwa ada penurunan risiko endometriosis yang signifikan pada wanita yang rutin makan sayuran hijau dan buah segar. Kebalikannya, wanita yang sering makan daging merah justru memiliki risiko yang lebih tinggi. Selain memperbanyak makan buah dan sayur, cobalah menghindari makanan yang dapat menyebabkan peradangan, di antaranya makanan olahan, produk susu, dan gula. Batasi konsumsi makanan tersebut dan perhatikan apakah ada perubahan dari gejala nyeri perut yang biasa Anda rasakan.

3. Olahraga teratur
Sering kali orang yang mengalami nyeri tak mau berolahraga karena takut rasa nyeri tersebut malah terasa tambah parah. Namun seiring berjalannya waktu, melakukan aktivitas fisik secara teratur justru dapat mengurangi rasa nyeri dan tidak nyaman yang dirasakan.Suatu studi menunjukkan, wanita yang rutin melakukan olahraga seperti jogging, aerobik, dan bersepeda memiliki risiko lebih rendah untuk terkena endometriosis.

4. Hindari stres
Gejala endometriosis dapat menjadi lebih berat bila seseorang merasa stres. Untuk itu, Anda harus belajar untuk mengelola stres dan tekanan emosional Anda.Cobalah menggunakan teknik relaksasi yang dapat membantu Anda untuk fokus pada hal-hal yang menenangkan sehingga bisa mengurangi produksi hormon stres. Teknik relaksasi yang dapat Anda coba dengan mudah adalah menarik napas dalam melalui hidung, kemudian keluarkan perlahan lewat mulut.Seperti kondisi kronis lainnya, penting sekali bagi wanita penderita endometriosis untuk mengenal tubuhnya sendiri dan mengetahui cara mengatasi gejala yang dirasakan. Hal tersebut dapat dimulai dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat melalui diet dan aktivitas teratur.

 

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *