6 Kandungan Bahan Alami Untuk Masalah Kewanitaan Yang Ada Di ROSE V

Manjakani (Quercus infectoria) adalah tanaman asli daerah Timur Tengah hingga negara kepulauan, seperti Turki, Suriah, Iran, India, Indonesia, Malaysia, dan sebagainya. Manjakani mengandung zat aktif tanin, yatu senyawa yang bersifat astringent, sehingga bermanfaat merapatkan dan mengencangkan otot serta mengatasi keputihan pada organ intim wanita. Selain itu, manjakani juga mengandung quercoside, yaitu antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas yang dapat merusak tubuh. Manjakani juga memiliki aktivitas antimikroba yang efektif terhadap E. coli serta antibakteri untuk melawan bakteri resisten antibiotik.


KUNCI PEPET (Kaempferia angustifolia Roscue) sering dirancukan dengan Kaempferia rotunda Linn atau temu kunci yang pada beberapa pustaka juga disebut sebagai kunci pepet. Tanaman ini mempunyai banyak kegunaan, salah satu diantaranya adalah sebagai penyusun ramuan jamu habis bersalin bagi para wanita pada masa nifas. Kaemferia jenis ini sering digunakan sebagai bahan obat tradisional. Efek farmakologis yang dimiliki kunci pepet diantaranya astringent, antidiare, antidisentri, dan karminatif.


KUNYIT PUTIH Curcuma zedoaria (Christm.) Roscoe) memiliki kandungan utama Curcumin yang bermanfaat sebagai antiradang dan antikanker. Secara ilmiah, kandungan ekstrak kunyit putih bermanfaat sebagai antijamur, menyeimbangkan kadar pH dalam lambung untuk mengatasi radang/ulkus, penghilang nyeri (analgesik) dan anti pembekuan darah. Selain itu, kunyit putih juga memiliki efek antikanker dan hepatoprotektif yang dapat mencegah hati dari kerusakan serta mampu menetralkan racun dalam tubuh. Kunyit putih secara turun temurun digunakan sebagai tonik pasca melahirkan.


KACIP FATIMAH (Labisia pumila) atau dikenal dengan Selusuh Fatimah yang berarti obat melahirkan dari Fatimah, merupakan ramuan tradisional yang banyak digunakan untuk mengencangkan, sekaligus melumasi organ intim wanita dan meningkatkan fungsi seksual wanita. Kandungan fitoestrogen dan isoflavon dapat mengatur sirkulasi menstruasi, meredakan nyeri akibat haid dan meredakan gejala menopause, serta dapat mengencangkan otot-otot perut. Kacip Fatimah secara ilmiah memiliki efek antiinflamasi, antijamur, antibakteri, antitumir, antibakteri, meminimalisir peradangan dan dapat meningkatkan pertumbuhan dari Human Skin Fibroblast sebagai antiaging dan menutup luka.


KAYU RAPET Kulit batang Kayu Rapet (Parameria laevigata (Juss.) Moldenke) merupakan bagian yang paling banyak dimanfaatkan karena kaya akan zat aktif tanin sebagai astringet untuk mengatasi keputihan, mengencangkan otot organ intim wanita, akarnya mengandung flavonoid dan polifenol, serta daunnya mengandung saponin dan tanin. Kandungan proanthocyanidin-nya berfungsi sebagai antioksidan kuat, antialergi, antitumor, antikanker dan meningkatkan fungsi jantung. Secara tradisional, Kayu Rapet banyak digunakan untuk mengobati luka, disentri dan mengatasi nyeri setelah melahirkan.


DAUN SIRIH Daun Sirih secara ilmiah memiliki efek antibakteri dan jamur penyebab keputihan. Piper betle telah diteliti juga memiliki efek antibakteri pada beberapa jenis, yaitu Staphylococcus aureus, Streptococcis mutans, Lactobacilus acidophilus, Candida albicans dan Saccharomyces cerevisiae. Hasil penelitian jamur tersebut menunjukkan bahwa ekstrak sirih secara signifikan mempengaruhi C. albicans jumlah sel dalam konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Ekstrak juga secara signifikan mempengaruhi berat kering dari C. albicans pada konsentrasi 80% dan 100%.

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *