Yuk cari tau apa itu MIOM?

Miom dikenal juga dengan istilah mioma, uteri fibroid, atau leiomioma. Miom adalah pertumbuhan sel tumor berada di dalam atau sekitar rahim yang tidak bersifat kanker. Miom berasal dari sel otot rahim yang mulai tumbuh secara abnormal. Pertumbuhan inilah yang dapat membentuk tumor jinak. Ukuran miom bermacam-macam dari yang sekecil biji sampai berukuran besar.

Gejala yang mungkin muncul akibat miom :

  1. Masa menstruasi menyakitkan atau berlebih
  2. Rasa sakit atau nyeri pada bagian perut atau pungguh bawah
  3. Rasa tidak nyaman, bahkan sakit saat berhubungan sekusal
  4. Sering buang air kecil
  5. Mengalami konstipasi

Jenis miom yang ada dibedakan berdasarkan lokasi tumbuhnya miom :

  1. Fibroid intramural
    Miom jenis ini tumbuh di antara jaringan otot rahim. Disinilah tempat yang palingumum terbentuknya miom.
  2. Fibroid subserous
    Miom yang tumbuh di bagian luar dinding rahim, ke rongga panggul. Jenis ini bisa tumbuh menjadi sangat besar.
  3. Fibroid submucous
    Miom ini tumbuh di lapisan otot bagian dalam dari dinding rahim. Jika sampai tumbuh, miom ini bisa menyebabkan pendarahan parah saat menstruasi dan komplikasi serius lainnya.
  4. Fibroid pedunculated
    Miom jenis ini tumbuh di batang kecil di dalam atau di luar rahim.

Penyebab munculnya miom masih belum diketahui. Kemunculan kondisi ini dikaitkan dengan hormon estrogen (hormon reproduksi yang dihasilkan oleh ovarium). Berikut ini ada beberapa hal yang dapat membuat kadar hormon estrogen meningkat :

  1. Faktor usia
    Pada umumnya miom akan muncul pada wanita yang telah berusia 16-50 tahun ke atas. Hal ini karena kadar hormon estrogen wanita pada usia tersebut sedang mengalami peningkatan, jadi lebih mudah terkena miom.
  2. Faktor keturunan
    Penyakit miom bisa menurun kepada anak berkelamin perempuan yang dilahirkannya. Namun, risiko tersebut akan semakin kecil jika memiliki banyak anak.
  3. Obesitas atau memiliki berat badan berlebih
    Jika memiliki berat badan yang melebihi normal maka harus berhati-hati karena lebih mudah terserang penyakit miom. Alasannya sering bertambahnya berat badan, maka kadar hormon estrogen juga ikut meningkat.
  4. Tidak menjaga asupan makanan yang dikonsumsi
    Setiap orang memerlukan makanan untuk mencukupi nustrisi di dalam tubuh untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Tidak semua makanan bagus untuk dikonsumsi, ada beberapa makanan yang dapat memicu tumbuhnya miom jika dikonsumsi secara berlebihan diantaranya daging merah, makanan lemak tinggi, makana cepat saji, dan makanan seafood. Mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran secara rutin mengurangi risiko terkena miom.

Related posts

Leave your comment Required fields are marked *